✦ Mungkin Kamu Suka

Renungan Pesta Yesus Menampakkan Kemuliaan-Nya (6 Agustus 2026)

RENUNGAN ST. LAURENSIUS DARI BRINDISI (21 Juli 2026)



Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan, dengarkanlah Dia.

— Matius 17:5

Saudara-saudari terkasih,
Hari ini Gereja merayakan Pesta Yesus Menampakkan Kemuliaan-Nya (Transfigurasi Tuhan). Peristiwa ini menjadi salah satu momen penting dalam kehidupan Yesus sebelum Ia menjalani sengsara dan wafat di kayu salib. Yesus mengajak Petrus, Yakobus, dan Yohanes naik ke sebuah gunung untuk berdoa. Di sana, wajah-Nya berubah bercahaya seperti matahari dan pakaian-Nya menjadi putih berkilau. Musa dan Elia pun menampakkan diri dan berbicara dengan Yesus mengenai karya keselamatan yang akan segera digenapi di Yerusalem (Mat. 17:1–9).

Bagi ketiga murid itu, pengalaman tersebut merupakan perjumpaan yang luar biasa. Mereka menyaksikan kemuliaan Kristus yang selama ini tersembunyi di balik kemanusiaan-Nya. Petrus yang begitu terpesona bahkan berkata, "Tuhan, betapa bahagianya kami berada di tempat ini. Jika Engkau kehendaki, aku akan mendirikan tiga kemah di sini." (Mat. 17:4). Petrus ingin mempertahankan pengalaman indah itu selama mungkin.

Namun, Tuhan memiliki maksud yang lebih dalam. Dari dalam awan terdengar suara Bapa yang berkata, "Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan, dengarkanlah Dia." Sabda ini menjadi inti dari perayaan hari ini. Allah Bapa memperkenalkan Yesus sebagai Putra-Nya yang harus didengarkan dan diikuti. Kemuliaan yang dinyatakan di atas gunung bukanlah tujuan akhir, melainkan peneguhan bagi para murid agar tetap setia ketika mereka kelak menyaksikan Yesus menderita di salib.

Dalam kehidupan kita, ada saat-saat ketika kita merasakan penyertaan Tuhan dengan begitu nyata. Mungkin melalui doa yang menenangkan hati, Ekaristi yang menguatkan, retret yang menyentuh batin, atau pengalaman ketika Tuhan menjawab doa-doa kita. Pengalaman-pengalaman itu menjadi "gunung Tabor" dalam hidup kita, tempat di mana Tuhan meneguhkan iman dan mengingatkan bahwa Ia selalu menyertai kita.

Namun, kita tidak dipanggil untuk tinggal terus di atas gunung. Setelah mengalami kemuliaan Tuhan, para murid harus turun kembali dan melanjutkan perjalanan bersama Yesus menuju Yerusalem, tempat sengsara dan salib menanti. Demikian pula kita dipanggil untuk kembali ke tengah kehidupan sehari-hari, ke dalam keluarga, pekerjaan, sekolah, dan masyarakat, dengan membawa terang Kristus yang telah kita alami.

Sering kali kita menginginkan hidup yang bebas dari kesulitan dan penderitaan. Kita berharap Tuhan selalu memberikan jalan yang mudah. Akan tetapi, Transfigurasi mengajarkan bahwa kemuliaan Kristus tidak terpisahkan dari salib. Kebangkitan hanya dapat dipahami setelah sengsara dilalui. Sebagai murid Kristus, kita pun dipanggil untuk tetap percaya bahwa di balik setiap pencobaan, Tuhan sedang mempersiapkan kemuliaan yang lebih besar bagi mereka yang setia.

Perayaan hari ini juga mengajak kita untuk sungguh-sungguh mendengarkan Yesus. Di tengah dunia yang dipenuhi begitu banyak suara, pendapat, dan godaan, kita sering kali lebih mudah mendengarkan keinginan diri sendiri daripada Sabda Tuhan. Padahal, melalui Kitab Suci, ajaran Gereja, doa, dan bimbingan Roh Kudus, Yesus terus berbicara dan menunjukkan jalan menuju kehidupan yang sejati.

Marilah kita menjadikan Yesus sebagai pusat hidup kita. Semoga pengalaman akan kasih dan kemuliaan-Nya semakin menguatkan iman kita, sehingga kita mampu tetap setia mengikuti-Nya, baik dalam saat sukacita maupun ketika memikul salib kehidupan. Dengan demikian, hidup kita akan memancarkan terang Kristus dan menjadi kesaksian bagi banyak orang.

Doa

Ya Tuhan Yesus, Engkau telah menampakkan kemuliaan-Mu kepada para murid sebagai tanda kasih dan peneguhan iman mereka. Bukalah hati kami agar selalu mendengarkan Sabda-Mu dan setia mengikuti kehendak-Mu. Kuatkanlah kami ketika menghadapi kesulitan, agar kami tidak kehilangan harapan, tetapi tetap percaya bahwa bersama-Mu kami akan mengambil bagian dalam kemuliaan-Mu. Jadikanlah hidup kami terang yang memancarkan kasih-Mu bagi dunia.

 Amin.

✠ Tuhan memberkati.

Penulis: Georgia Laura Viwanda
Editor: Tim Redaksi KOMSOS Paroki Singkawang

Lebih lama Terbaru

Posting Komentar

Mohon komentar dengan baik dan sopan. Spam dan komentar negatif akan dihapus. Terima kasih.