KUBU RAYA — Suasana berbeda tampak di Rumah Retret Tirtaria, Kubu Raya, pada Selasa (7/4/2026). Guru dan murid SMP Santo Tarsisius berkumpul bukan untuk kegiatan belajar mengajar seperti biasa, melainkan mengikuti retret bersama yang berlangsung hingga Rabu (8/4/2026).
Kegiatan diawali dengan misa pembukaan yang dipimpin oleh RP. Stephanus Gathot Purtomo, OFMCap.,
selaku Ketua Pengelola Rumah Retret Tirtaria. Dalam suasana hening dan reflektif, para peserta
diajak menyiapkan diri untuk menjalani rangkaian kegiatan selama dua hari ke depan.
Usai misa, suasana berubah lebih cair. Guru dan murid berbaur dalam kegiatan outbound. Tawa dan kerja sama terlihat sepanjang kegiatan, mencairkan sekat antara guru dan siswa. Momen ini menjadi ruang untuk membangun kedekatan sekaligus menumbuhkan rasa persaudaraan di lingkungan sekolah.
Memasuki malam hari, kegiatan berlangsung lebih mendalam. Para guru mengikuti sesi khusus bersama RP. Joseph Juwono, OFMCap., Pastor Paroki Singkawang yang juga terlibat dalam Pengurus Yayasan Lorenzo da Brindisi. Dalam pertemuan tersebut, para guru diajak merefleksikan arah dan harapan bagi sekolah ke depan, sekaligus menimbang kembali peran mereka dalam proses pendidikan.
Di waktu yang sama, para siswa mengikuti sesi terpisah yang dipandu oleh tim Rumah Retret bersama
RP. Diego Viktorianus, OFMCap. Materi yang disampaikan mengajak siswa untuk lebih mengenal diri
serta menumbuhkan kesadaran akan nilai-nilai yang mereka hidupi.
Pada hari kedua, kegiatan berlanjut dengan pendalaman materi. Para guru kembali mengikuti sesi bersama RP. Stephanus Gathot Purtomo, OFMCap., yang mengangkat tema profesionalitas guru.
Sementara itu, para siswa kembali mendapat pembinaan dari RP. Diego Viktorianus, OFMCap. Kali ini, materi menyentuh isu penggunaan kecerdasan buatan (AI) secara bijak.
Seluruh rangkaian retret ditutup dengan misa penutup yang kembali dipimpin oleh RP. Stephanus Gathot Purtomo, OFMCap. Kegiatan ini meninggalkan kesan mendalam bagi peserta.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar