Minggu Prapaskah II, Ziarah Batin Menuju Gunung Kemuliaan




SINGKAWANG, — Dalam bacaan Injil Minggu Prapaskah II, Yesus selalu dikisahkan membawa murid-murid terdekat-Nya, Yakobus, Petrus, dan Yohanes naik ke sebuah gunung yang tinggi. Menurut tradisi Kitab Suci, gunung merupakan tempat perjumpaan manusia dengan Allah.

Namun dalam masa puasa, pantang dan pergumulan pribadi mungkin akan terasa melelahkan. Tentu akan muncul pertanyaan dalam benak kita “mengapa harus ada pengorbanan ini?”. Yesus mengajak kita untuk “naik” bukan untuk menyiksa kita melainkan untuk melihat cakrawala kemuliaan Tuhan. Tanpa mendaki kita hanya melihat debu tanah saja.

Di atas gunung itu, Petrus, merasa bahagia dan berkata: “Tuhan, betapa bahagianya kami berada di tempat ini. Jika Engkau mau, biarlah kudirikan di sini tiga kemah…”. 

Petrus menginginkan kenyamanan rohani tanpa harus menghadapi realita salib di bawah gunung. Namun, suara Bapa dari dalam awan menegaskan: “Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, dengarkanlah Dia!”

Mendengarkan Yesus berarti mengikuti langkah-Nya turun kembali ke lembah kehidupan, melayani sesama, dan memikul salib kita. Kita tidak bisa hanya beragama di dalam gereja atau dalam doa-doa saja. Kekuatan yang kita dapatkan dari doa, mestinya menjadi semangat kita untuk mengikuti langkah-Nya.

Pada Minggu Prapaskah II ini, umat diajak untuk merenungi “Di tengah kebisingan dunia, apakah saya masih mendengarkan suara Tuhan? Ataukah suara ego dan kekhawatiran saya yang lebih nyaring?”

Penulis : Klara - KOMSOS Paroki Singkawang

Minggu Prapaskah II, Ziarah Batin Menuju Gunung Kemuliaan  Minggu Prapaskah II, Ziarah Batin Menuju Gunung Kemuliaan Reviewed by Paroki Singkawang on Selasa, Maret 03, 2026 Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.