✦ Mungkin Kamu Suka

Renungan Minggu Biasa XXVIII “Datanglah ke Perjamuan yang Disediakan Tuhan”

Renungan Minggu Biasa XXVIII


Semuanya telah tersedia, datanglah ke perjamuan kawin ini.

— Matius 22:4

Saudara-saudari terkasih,

Pada Minggu Biasa XXVIII, Gereja mengajak kita merenungkan undangan Allah untuk mengambil bagian dalam perjamuan-Nya. Bacaan liturgi hari ini adalah Yesaya 25:6-10a, Mazmur 23, Filipi 4:12-14, 19-20, dan Injil Matius 22:1-14 atau bentuk singkat Matius 22:1-10.

Dalam bacaan pertama, Nabi Yesaya menggambarkan keselamatan Allah seperti sebuah perjamuan besar yang disediakan bagi semua bangsa. Tuhan menyediakan makanan yang terbaik dan menghapus air mata dari setiap wajah. Gambaran ini menunjukkan bahwa Allah bukanlah Allah yang menjauh dari manusia. Ia adalah Allah yang mengundang, menyediakan, menghibur, dan menyelamatkan.

Gambaran tentang perjamuan itu kemudian dilanjutkan oleh Yesus dalam Injil. Kerajaan Surga diumpamakan seperti seorang raja yang mengadakan pesta perkawinan bagi anaknya. Para undangan telah dipanggil, bahkan undangan itu disampaikan kembali. Namun, mereka justru menolak. Ada yang pergi ke ladangnya, ada yang mengurus usahanya, sementara yang lain bahkan memperlakukan para utusan dengan kasar.

Menarik untuk diperhatikan bahwa sebagian dari mereka tidak sedang melakukan sesuatu yang kelihatannya buruk. Mereka pergi mengurus ladang dan usaha. Namun, justru di sinilah letak tantangannya. Kesibukan hidup yang sebenarnya baik dapat membuat seseorang kehilangan perhatian terhadap undangan Allah.

Kita pun dapat mengalami hal yang sama.

Kita bekerja, belajar, mengurus keluarga, menjalankan usaha, melayani di Gereja, mengejar berbagai cita-cita dan kebutuhan hidup. Semua itu penting. Namun, apakah kesibukan tersebut masih memberi ruang bagi Tuhan?

Kadang-kadang bukan karena kita tidak percaya kepada Tuhan, melainkan karena kita terlalu sibuk sehingga tidak lagi mendengarkan-Nya. Kita mempunyai waktu untuk banyak hal, tetapi sulit menyediakan waktu untuk berdoa. Kita dapat mengingat berbagai kebutuhan hidup, tetapi lupa bersyukur atas berkat yang telah diterima.

Saudara-saudari terkasih,

Undangan Tuhan selalu membutuhkan jawaban. Allah tidak memaksa manusia untuk datang ke perjamuan-Nya. Ia mengundang dengan kasih dan memberikan kebebasan kepada kita untuk menjawab.

Karena itu, pertanyaan penting bagi kita bukan hanya, “Apakah saya sudah diundang?”, tetapi juga “Bagaimana saya menanggapi undangan Tuhan?”

Kita telah menerima begitu banyak undangan dari Tuhan: melalui Sabda-Nya, melalui Ekaristi, melalui keluarga, melalui Gereja, melalui orang-orang yang membutuhkan pertolongan, bahkan melalui berbagai peristiwa kehidupan yang mengajak kita untuk berubah.

Namun, dalam Injil terdapat satu bagian lain yang tidak kalah penting. Setelah banyak orang dikumpulkan ke dalam perjamuan, raja menemukan seseorang yang tidak mengenakan pakaian pesta. Bagian ini mengingatkan bahwa menerima undangan Tuhan bukan sekadar hadir secara lahiriah, tetapi juga membutuhkan perubahan hati dan kehidupan.

Menjadi orang Katolik bukan hanya soal terdaftar sebagai anggota Gereja atau hadir secara rutin dalam perayaan Ekaristi. Iman perlu tampak dalam kehidupan sehari-hari: dalam cara kita berbicara, mengampuni, bekerja, memperlakukan keluarga, membantu sesama, dan mengambil keputusan.

Dengan demikian, “pakaian pesta” dapat kita renungkan sebagai gambaran tentang hati dan hidup yang terus diperbarui oleh kasih Allah. Kita dipanggil bukan hanya untuk datang kepada Tuhan, tetapi juga untuk membiarkan Tuhan mengubah kehidupan kita.

Bacaan kedua memperlihatkan pengalaman Santo Paulus yang mampu hidup dalam kelimpahan maupun kekurangan. Ia berkata bahwa ia telah belajar menghadapi berbagai keadaan dan memperoleh kekuatan dalam Kristus.

Pesan ini penting bagi kita. Kehidupan tidak selalu berjalan sesuai dengan yang kita harapkan. Ada masa ketika kita mengalami keberhasilan, tetapi ada pula masa ketika kita mengalami kekurangan, kegagalan, kehilangan, atau kekecewaan. Dalam semua keadaan itu, Paulus mengajak kita untuk tetap percaya bahwa Tuhan tidak pernah meninggalkan kita.


Mazmur hari ini mengungkapkan keyakinan yang sama:

“Tuhan adalah gembalaku, takkan kekurangan aku.”
(Mazmur 23:1)


Ketika Tuhan menjadi Gembala kita, hidup tidak berarti bebas dari masalah. Kita tetap dapat melewati lembah yang gelap. Namun, kita tidak berjalan sendirian. Tuhan berjalan bersama kita dan memberi kekuatan untuk melanjutkan perjalanan.

Saudara-saudari terkasih,

Hari ini Tuhan kembali mengundang kita ke dalam perjamuan kasih-Nya. Jangan sampai undangan itu kita abaikan hanya karena kita terlalu sibuk dengan urusan duniawi. Jangan pula kita merasa cukup hanya karena secara lahiriah kita sudah berada di dalam Gereja.

Mari kita bertanya kepada diri sendiri:

Apakah saya masih menyediakan ruang bagi Tuhan di tengah kesibukan hidup saya?

Apakah kehadiran saya dalam Gereja sungguh membawa perubahan dalam cara saya hidup?

Apakah hati saya sudah menjadi “pakaian pesta” yang pantas—hati yang dipenuhi kasih, pengampunan, kerendahan hati, dan kepedulian kepada sesama?

Perjamuan yang disediakan Tuhan adalah undangan menuju kehidupan yang penuh dengan kasih dan keselamatan. Maka, marilah kita datang bukan hanya dengan tubuh, tetapi dengan hati yang terbuka. Marilah kita menerima kasih-Nya dan membiarkan kasih itu mengubah hidup kita.

Semoga setelah menerima undangan Tuhan, kita pun menjadi pribadi yang mampu mengundang orang lain untuk mengalami kasih Allah melalui perkataan, pelayanan, perhatian, dan kesaksian hidup kita.

Tuhan, jangan biarkan kesibukan hidup membuat kami lupa kepada-Mu. Bukalah hati kami untuk menerima undangan-Mu, ubahlah hidup kami dengan kasih-Mu, dan jadikanlah kami saksi kasih-Mu bagi sesama. Amin.

Doa

Tuhan, jangan biarkan kesibukan hidup membuat kami lupa kepada-Mu. Bukalah hati kami untuk menerima undangan-Mu, ubahlah hidup kami dengan kasih-Mu, dan jadikanlah kami saksi kasih-Mu bagi sesama.

Amin.

✠ Tuhan memberkati.

Penulis: Georgia Laura Viwanda
Editor: Tim Redaksi KOMSOS Paroki Singkawang

Lebih lama Terbaru

Posting Komentar

Mohon komentar dengan baik dan sopan. Spam dan komentar negatif akan dihapus. Terima kasih.