✦ Mungkin Kamu Suka

RENUNGAN ST. LAURENSIUS DARI BRINDISI (21 Juli 2026)

RENUNGAN ST. LAURENSIUS DARI BRINDISI (21 Juli 2026)



Jika seorang di antara kamu kekurangan hikmat, hendaklah ia memintakannya kepada Allah.

— Yakobus 1:5


Saudara-saudari terkasih,

Hari ini Gereja memperingati Santo Laurensius dari Brindisi, seorang imam, teolog, dan Pujangga Gereja yang dikenal karena kebijaksanaan, kecintaannya yang mendalam pada Kitab Suci, serta semangatnya dalam mewartakan Injil. Sejak muda, Laurensius memiliki kerinduan yang besar untuk mengenal Tuhan. Ia menggunakan kecerdasan yang dimilikinya bukan untuk mencari kemuliaan diri, melainkan untuk melayani Gereja dan membawa semakin banyak orang kepada Kristus.

Santo Laurensius memiliki kemampuan yang luar biasa dalam mempelajari berbagai bahasa sehingga ia dapat membaca Kitab Suci dalam bahasa aslinya. Pengetahuan yang luas itu tidak membuatnya menjadi sombong. Sebaliknya, ia semakin rendah hati dan semakin menyadari bahwa segala hikmat sejati berasal dari Allah. Baginya, ilmu pengetahuan harus selalu berjalan seiring dengan iman dan kasih.

Dalam pelayanannya sebagai imam Ordo Kapusin, Santo Laurensius dikenal sebagai pengkhotbah yang mampu menjelaskan Sabda Tuhan dengan jelas dan menyentuh hati banyak orang. Ia tidak hanya berbicara tentang kasih Kristus, tetapi juga menghidupinya melalui pelayanan, doa, dan perhatian kepada mereka yang membutuhkan. Kesaksian hidupnya membuat banyak orang kembali kepada Tuhan.

Di zaman sekarang, kita hidup di tengah derasnya arus informasi dan perkembangan ilmu pengetahuan. Semua itu merupakan anugerah yang patut disyukuri. Namun, kita juga diingatkan bahwa kecerdasan tanpa kerendahan hati dapat membawa seseorang kepada kesombongan. Santo Laurensius mengajarkan bahwa semakin seseorang mengenal Tuhan, semakin ia terdorong untuk melayani, bukan untuk meninggikan diri.

Sering kali kita mengejar prestasi, jabatan, atau pengakuan dari orang lain. Tidak sedikit pula yang mengukur nilai diri dari pencapaian akademik atau keberhasilan dalam pekerjaan. Padahal, Tuhan menghendaki agar setiap talenta yang kita miliki dipakai demi kebaikan bersama dan kemuliaan-Nya. Hikmat sejati bukan hanya mengetahui banyak hal, tetapi mampu mengambil keputusan yang benar, hidup dalam kasih, dan setia melakukan kehendak Tuhan.

Bacaan Kitab Suci mengingatkan kita, "Jika seorang di antara kamu kekurangan hikmat, hendaklah ia memintakannya kepada Allah." Hikmat adalah anugerah yang memampukan kita melihat segala sesuatu dengan cara pandang Tuhan. Dengan hikmat itu, kita belajar mengampuni, melayani tanpa pamrih, bersikap jujur, dan tetap setia dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan.

Peringatan Santo Laurensius dari Brindisi mengajak kita untuk semakin mencintai Sabda Allah. Melalui doa yang tekun dan pembacaan Kitab Suci setiap hari, kita akan semakin mengenal Kristus dan memperoleh kekuatan untuk menjalani panggilan hidup kita. Ketika iman menjadi dasar setiap keputusan, hidup kita akan menjadi kesaksian yang membawa terang bagi sesama.

Marilah kita meneladani Santo Laurensius dari Brindisi yang menggunakan seluruh kemampuan, waktu, dan hidupnya untuk melayani Tuhan. Semoga kita pun mampu mengembangkan talenta yang telah dipercayakan kepada kita dengan penuh tanggung jawab, rendah hati, dan selalu mengandalkan hikmat yang berasal dari Allah.
Doa

Ya Tuhan, kami bersyukur atas teladan Santo Laurensius dari Brindisi yang setia mengabdi kepada-Mu dengan hikmat, kerendahan hati, dan semangat pewartaan Injil. Bimbinglah kami agar senantiasa mencintai Sabda-Mu, menggunakan setiap talenta yang kami miliki untuk melayani sesama, serta menjadikan iman sebagai dasar dalam setiap keputusan hidup kami. Semoga hidup kami semakin memuliakan nama-Mu

 Amin.

✠ Tuhan memberkati.

Penulis: Georgia Laura Viwanda
Editor: Tim Redaksi KOMSOS Paroki Singkawang

Posting Komentar

Mohon komentar dengan baik dan sopan. Spam dan komentar negatif akan dihapus. Terima kasih.