✦ Mungkin Kamu Suka

RENUNGAN MINGGU BIASA XIV (5 Juli 2026)

RENUNGAN MINGGU BIASA XIV (5 Juli 2026)



Semua telah diserahkan kepada-Ku oleh Bapa-Ku dan tidak seorang pun mengenal Anak selain Bapa, dan tidak seorang pun mengenal Bapa selain Anak dan orang yang kepadanya Anak itu berkenan menyatakannya.

— Matius 11:27

Umat beriman yang dikasihi Tuhan,
Semenjak manusia terlahir ke dunia sebagai sosok bayi mungil berwarna merah yang rapuh dan tak berdaya, masing-masing dari kita ke depannya akan melakukan berbagai aktivitas serta berhadapan dengan segala permasalahan hingga tanggung jawab yang harus diemban, namun dalam rupa yang berbeda.

Seiring berjalannya waktu, tentu tanggung jawab itu semakin berat dan akhirnya menjadi beban. Banyak dari kita yang tak jarang mengeluhkan beban tersebut. Belum lagi ketika ditambah oleh keadaan sekitar yang terus menekan, sehingga penat mulai mengerumuni sekujur tubuh.

Perlahan, tubuh melemah, semangat memudar, pikiran menjadi berantakan, dan iman kita semakin terguncang. Dalam keadaan tertentu, kita sempat berpikir, bertanya kepada Tuhan, “Seberapa banyak lagi beban yang akan hamba-Mu ini pikul, ya Tuhan?”

Marilah kita kembali merenungkan Injil hari ini. Pada ayat awal, Yesus menegaskan bahwa pengenalan kepada Allah didapat dari kerendahan hati untuk menerima anugerah-Nya. Yesus menunjukkan bahwa cara melepaskan beban hidup adalah dengan memiliki hati yang mau datang, berserah, dan membiarkan Yesus yang memegang kendali atas hidup kita.

“Marilah kepada-Ku…”, Yesus menawarkan solusi bagi jiwa yang lelah. Jangan ragu untuk datang dalam keadaan putus asa. Ia senantiasa membuka kedua tangan-Nya untuk memeluk kita, memberi kelegaan, dan membuka pintu-pintu pengharapan.

Yesus memanggil kita untuk memikul kuk-Nya dan belajar dari-Nya karena Ia lemah lembut dan rendah hati”. Dalam budaya Yahudi, “kuk” adalah kayu pengikat yang dipasang di leher lembu untuk membajak, yang melambangkan ketaatan atau ajaran. Yesus tidak menjanjikan hidup bebas tugas tanpa tanggung jawab, tetapi Ia meyakinkan kita kuk-Nya enak dan beban-Nya ringan.

Yesus meminta kita datang membawa segala kekhawatiran, keletihan, dan kegagalan kita, lalu menukarnya dengan kedamaian, kelegaan, dan bimbingan yang penuh dari kasih-Nya. Kita tidak perlu berpura-pura kuat di hadapan-Nya. Cukup datang dengan hati yang terbuka dan berserah.

Maka dari itu, tidak mengapa jika ingin beristirahat sejenak, tetapi setelahnya kita harus tetap melanjutkan perjalanan hidup sembari melangkah maju, memikul kuk kehidupan bersama Tuhan yang ikut menariknya di samping kita.

Doa

Tuhan Yesus, terima kasih atas segala belas kasihan dan roh kekuatan yang Engkau hantarkan untuk membantu kami dalam setiap kesusahan. Semoga di bawah naungan-Mu, kami dapat memikul beban dengan jauh lebih ringan dan menyelesaikan semua tanggung jawab kami. Amin..

 Amin.

✠ Tuhan memberkati.

Penulis: Gracila Luna Audlen Putri
Editor: Tim Redaksi KOMSOS Paroki Singkawang

Posting Komentar

Mohon komentar dengan baik dan sopan. Spam dan komentar negatif akan dihapus. Terima kasih.