Bapak-Bapak Katolik (BAPAKAT) se-Dekanat Singbebas (Singkawang, Bengkayang, Sambas) menggelar pertemuan akbar yang berlangsung dari tanggal 25-28 Juni 2026 dengan Paroki Kristus Raja Sambas sebagai tuan rumah dari pertemuan istimewa kali ini. Agenda ini diawali dengan perayaan Misa Pembuka yang meriah dan penuh persaudaraan. Mengangkat tema besar “Membangun Keluarga, Gereja, dan Negara dalam Keberagaman", kegiatan ini bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi sekaligus meneguhkan peran kaum Bapak-Bapak Katolik sebagai pilar utama dalam keluarga dan masyarakat.
Pertemuan akbar ini dihadiri oleh 380 orang peserta yang merupakan perwakilan dari 11 paroki di wilayah Dekanat Singbebas. Kelancaran dan kesuksesan agenda ini juga didukung penuh oleh dedikasi 87 orang panitia yang terlibat aktif dalam mempersiapkan seluruh rangkaian acara.
Misa pembuka yang penuh berkat ini dipimpin langsung oleh RP. Joseph Juwono, OFMCap. selaku Ketua Dekanat Singbebas. Suasana berbeda langsung terasa sejak awal Perayaan Ekaristi. Jika biasanya paduan suara (koor) diisi oleh perpaduan suara sopran, alto, tenor, dan bass, misa pembuka kali ini didominasi oleh gemuruh suara bass yang menggema. Hal ini dikarenakan seluruh petugas koor merupakan bapak-bapak utusan dari berbagai paroki.
Dalam homilinya, RP. Joseph Juwono, OFMCap. mengungkapkan rasa sukacita dan merasa seperti "pulang kampung". Ia bernostalgia mengenakan kembali memorinya saat masih menjadi Frater TOP (Tahun Orientasi Pastoral) di Paroki Sambas, sebelum akhirnya ia menerima tahbisan suci di Pahauman. Ia juga membagikan sebuah kisah nyata yang menyentuh tentang seorang guru agama atau Rasul Bantanan dari sebuah stasi. Guru agama tersebut dengan tulus melayani umat dari stasi ke stasi dan selalu mengajak umat untuk berkumpul dan berdoa bersama.
Tak lupa, Ia juga menceritakan pengalaman jenaka namun mengandung makna mengenai salah seorang kakek yang akrab disapa "Pak Hen". Pada suatu hari Jumat Agung, Kakek Pak Hen secara khusus telah menyiapkan hidangan gulai ayam untuk menyambut pelayan gereja.
"Mau dimakan rasanya tidak enak karena sedang pantang dan puasa Jumat Agung, tetapi tidak dimakan pun makanan sudah terlanjur disiapkan dengan penuh cinta. Mau tidak mau, akhirnya hidangan itu disantap juga," kenang RP. Joseph Juwono, OFMCap. disambut tawa hangat umat yang hadir. Karena pelayanannya yang luar biasa baik, tulus, dan tanpa pamrih, ia kemudian dijuluki sebagai "Kakek Putra Rasul Bantanan". Hingga akhir hayatnya, hidup kakek tersebut menjadi saksi iman yang sangat kuat dan nyata dalam dunia pelayanan gerejani.
Merefleksikan bacaan Injil tentang dua orang yang membangun rumah di atas batu dan di atas pasir, Pastor mengingatkan bahwa rumah yang dibangun di atas batu akan tetap kokoh berdiri, sementara yang dibangun di atas pasir akan hancur dan hanyut seketika saat banjir besar melanda.
"Yang membuat sebuah keluarga tetap kokoh berdiri melewati berbagai badai kehidupan bukanlah uang, materi, atau kemewahan. Melainkan pondasi yang kuat, dan pondasi itu adalah Yesus Kristus sendiri," tegas Pastor dalam homilinya. Kaum bapak memiliki tanggung jawab besar untuk meneladani hal ini. Bapak-bapak dipanggil untuk aktif membangun keluarga, membentuk karakter anak, menciptakan suasana rumah yang harmonis, serta turut membangun Gereja dan bangsa. Semua itu harus diwujudkan dalam semangat keragaman dan kasih.
Lebih lanjut, Pastor juga mengajak umat untuk berefleksi pada Tahun Yubileum Fransiskus. Belajar dari Santo Fransiskus dari Asissi yang hidup bersaudara dengan semua makhluk hidup, kaum bapak diundang untuk membangun keluarga, bangsa, dan negara dengan semangat kasih yang universal.
"Kami para imam pun datang dari berbagai kongregasi dan tarekat yang
berbeda-beda.
Namun, di dalam iman akan Kristus, kita semua adalah satu dan bersaudara. Kita mau kita semua menjadi
bersaudara
tanpa memandang perbedaan," pungkasnya.
Selama empat hari pelaksanaan kegiatan, para peserta BAPAKAT akan menjalani serangkaian agenda yang padat dan berbobot guna memperkaya wawasan iman serta keterlibatan sosial, di antaranya: seminar (membahas mengenai relasi spiritual dan tanggung jawab bapak mengenai Gereja, Bangsa dan Negara, Kitab Suci, serta Keluarga), diskusi kelompok, lomba paduan suara, aksi kebersihan lingkungan, dan ibadat adorasi.
Seluruh rangkaian kegiatan temu akbar ini nantinya akan ditutup secara agung melalui perayaan Misa Penutup yang dijadwalkan dipimpin langsung oleh Bapak Uskup.
Di akhir perayaan pembuka, panitia dan seluruh perwakilan BAPAKAT se-Dekanat Singbebas menyampaikan rasa hormat dan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada RP. Celestinus Joni, OFMCap. atas segala dukungan, pendampingan, serta ruang pelayanan yang telah diberikan demi kelancaran dan kesuksesan agenda pertemuan akbar ini.
Melalui pertemuan BAPAKAT se-Dekanat Singbebas ini, seluruh kaum bapak diharapkan dapat pulang ke paroki masing-masing dengan membawa api semangat baru. Mari kita dukung dan doakan agar para bapak di Dekanat Singbebas mampu menjadi garam dan terang dunia yang nyata, dimulai dari dalam keluarga mereka sendiri.
Penulis: Klara
Editor: Tim Redaksi KOMSOS Paroki Singkawang

Posting Komentar