✦ Mungkin Kamu Suka

Renungan Minggu Biasa XIII (28 Juni 2026): Mengikuti Kristus dengan Sepenuh Hati

Renungan Minggu Biasa XIII (28 Juni 2026): Mengikuti Kristus dengan Sepenuh Hati



Lalu Yesus berkata kepada mereka semua: ‘Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku.’

— Lukas 9:23

Saudara-saudari terkasih,

Mengikuti Yesus bukanlah sekadar mengaku diri sebagai orang Kristen atau menghadiri perayaan Ekaristi setiap minggu. Mengikuti Kristus berarti menjadikan-Nya sebagai pusat hidup dan berusaha meneladani-Nya dalam setiap pikiran, perkataan, dan tindakan.

Dalam Injil hari ini, Yesus mengingatkan para murid tentang harga yang harus dibayar untuk menjadi pengikut-Nya. Ia berkata bahwa setiap orang yang mau mengikut-Nya harus menyangkal diri, memikul salib setiap hari, dan mengikuti-Nya. Pesan ini mungkin terdengar berat, terutama di zaman yang sering mengutamakan kenyamanan, kepentingan pribadi, dan kepuasan instan.

Menyangkal diri bukan berarti membenci diri sendiri atau mengabaikan kebutuhan hidup. Menyangkal diri berarti berani menempatkan kehendak Tuhan di atas keinginan pribadi. Kita diajak untuk belajar mengendalikan ego, mengampuni ketika disakiti, tetap jujur meskipun menghadapi godaan, dan memilih melakukan yang benar walaupun tidak selalu mudah.

Memikul salib setiap hari juga bukan berarti mencari penderitaan. Salib yang dimaksud dapat berupa berbagai tantangan yang kita hadapi dalam kehidupan: kesulitan ekonomi, masalah keluarga, tuntutan pekerjaan, kekecewaan, sakit penyakit, maupun perjuangan melawan kelemahan diri. Tuhan tidak menjanjikan hidup tanpa kesulitan, tetapi Ia menjanjikan penyertaan-Nya dalam setiap perjalanan hidup kita.

Sering kali kita ingin mengikuti Tuhan selama jalan yang ditempuh terasa nyaman. Namun ketika menghadapi kesulitan, kita mulai mempertanyakan kasih dan kehadiran-Nya. Melalui Sabda hari ini, Yesus mengajak kita untuk tetap setia, karena menjadi murid sejati berarti tetap berjalan bersama-Nya baik dalam suka maupun duka.

Kesetiaan itu tampak dalam hal-hal sederhana: tetap berdoa meski sibuk, tetap berbuat baik meski tidak dihargai, tetap melayani meski lelah, dan tetap berharap meski situasi belum berubah. Justru dalam kesetiaan sehari-hari itulah iman kita dibentuk dan dimurnikan.

Sebagai umat beriman, kita dipanggil untuk menjadi saksi Kristus di tengah dunia. Di tengah berbagai tantangan zaman, Tuhan membutuhkan orang-orang yang berani hidup sesuai nilai Injil, menghadirkan kasih, membangun persaudaraan, serta menjadi pembawa harapan bagi sesama.

Hari ini, marilah kita memperbarui komitmen untuk mengikuti Kristus dengan sepenuh hati. Jangan takut memikul salib yang dipercayakan kepada kita, sebab Tuhan sendiri berjalan bersama kita dan akan memberikan kekuatan yang kita perlukan.


Doa

Tuhan Yesus, ajarlah kami untuk setia mengikuti-Mu dalam setiap keadaan. Berilah kami keberanian untuk menyangkal diri, kesabaran untuk memikul salib kehidupan, dan keteguhan hati untuk tetap berjalan di jalan-Mu. Semoga hidup kami senantiasa menjadi kesaksian akan kasih dan kebaikan-Mu. Amin.


Penulis: Georgia Laura Viwanda
Editor: Tim Redaksi KOMSOS Paroki Singkawang

Posting Komentar

Mohon komentar dengan baik dan sopan. Spam dan komentar negatif akan dihapus. Terima kasih.